Daya beli masyarakat menurun di sepanjang tahun 2025 dan ini memicu satu pertanyaan: apakah di tahun 2026 bisa membaik? Di awal tahun ini pun, kita sudah dikejutkan dengan isu geopolitik yang mempengaruhi ekonomi dunia. Selain berdampak ke perputaran uang di level UMKM, faktanya banyak ritel besar yang mulai ambil langkah aman.
Di tengah daya beli masyarakat yang tidak pasti, sebenarnya ada satu hal yang tidak bisa dikompromi oleh bisnis ritel: kualitas.
Ini bukan asumsi, tetapi konklusi yang diambil dari data lapangan. Morrigan konsisten bekerja sama dengan 3 ritel besar di Indonesia selama beberapa tahun ke belakang dan selalu ada temuan mengenai kualitas layanan. Jika Anda berpikir masyarakat enggan belanja karena harga produk yang mahal, pemasukan bulanan yang kecil, atau faktor ekonomi rumah tangga maka Anda melewatkan satu hal: pengalaman dan kenyamanan berbelanja.
Atasi Daya Beli Masyarakat Menurun Lewat Kasus Nyata
Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) bisa memberikan gambaran kasar mengenai perilaku masyarakat. Ternyata masyarakat tetap butuh hiburan. Masyarakat tetap mencari pengalaman meski hanya memutari mal. Berbeda dengan zaman Covid-19 yang memutus akses untuk keluar rumah, tahun 2025 ke atas membuka lebih banyak peluang.
Di sinilah, bisnis ritel saling bersaing untuk mendapat perhatian dan sisa uang dari dalam kantong masyarakat yang menipis. Namun, bagaimana caranya? Data survei mystery shopping untuk ritel yang dilakukan Morrigan menunjukkan beberapa temuan yang bisa membantu Anda melihat gambaran besarnya.

Dari data temuan msytery shopping untuk ritel yang Morrigan lakukan, apakah Anda menemukan satu konklusi? Jika kita tarik benang merahnya maka terlihat jelas bahwa layanan sesudah mystery shopping memberikan layanan esktra. Layanan ekstra ini tidak memangkas budget Anda di tengah situasi daya beli masyarakat menurun. Sebaliknya, layanan ekstra ini dapat diberikan secara gratis tanpa upaya lebih. Anda hanya perlu melatih para staf agar lebih peka terhadap kebutuhan pelanggan, mulai dari yang utama hingga terkecil.
Panduan Membuat Layanan Ekstra Gratis Lewat Mystery Shopping
Mengapa harus mystery shopping? Mungkin Anda bertanya demikian karena training saja cukup untuk melatih staf-staf agar sigap memberikan layanan ekstra. Namun, kami ingin membagikan satu pandangan yang membantu Anda mengukur budget di tahun 2026.
1. Training: Dalam beberapa situasi bisa menghemat budget, sanggup dilakukan sendiri oleh pihak internal, dan lebih praktis. Setelah itu, Anda perlu memantau hasil training, memastikan SOP baru terlaksana, mengawasi staf, dan melaporkannya ke manajemen atas.
2. Mystery Shopping: Memerlukan budget pelaksanaan, tetapi secara end-to-end dilakukan oleh pihak vendor. Anda menghemat waktu untuk pengawasan rutin harian, mingguan, dan bulanan. Anda menerima laporan yang langsung siap diberikan ke manajemen atas. Selain itu, Anda tidak hanya memiliki SOP baru, tetapi daftar temuan positif dan negatif yang bisa dilaporkan rutin selama proyek mystery shopping berjalan.
Layanan ekstra tidak akan terbentuk maksimal tanpa proses yang efisien di belakangnya. Selama menjalankan mystery shopping, kami menemukan banyak bisnis yang membutuhkan banyak waktu hanya untuk memberikan layanan ekstra. Mengingat bisnis ritel perlu selalu siap mengambil “sisa uang” dari kantong masyarakat, kami yakin tiap bisnis perlu bergerak lebih cepat dan terukur.
Pilihan berada di tangan Anda sebagai pemilik bisnis atau seseorang yang bekerja untuk sebuah bisnis di level manajemen atas. Kami melayani konsultasi gratis via WhatsApp sesuai jam operasional (08.00 – 17.00 WIB) melalui nomor berikut: +62 811-1996-5630.
Kontak Kami: Hubungi Morrigan Jika Anda Siap Berikan Layanan Ekstra untuk Bisnis
Sebagai konsultan riset dan survei yang beroperasi sejak tahun 2007, kami ingin memberi Anda panduan praktis dan solusi melalui pengalaman kami di lintas industri. Berikut panduan membuat layanan ekstra untuk bisnis jika Anda ingin menggunakan jasa mystery shopping:
1. Pilih Vendor Survei yang Menjanjikan Keamanan
Jika ini pertama kalinya Anda mengenal metode survei mystery shopping, kami perlu memberikan peringatan di awal. Metode ini akan menggunakan jasa mystery shopper, yaitu individu dari berbagai kalangan yang ditugaskan untuk menilai langsung ke toko selayaknya seorang pelanggan biasa.
Vendor survei tidak asal merekrut, tetapi menyesuaikan profil mystery shopper dengan kebutuhan klien dan skenario survei. Oleh karena itu, ketersediaan platform pendaftaran yang aman dan kesiapan sistem rekrutmen perlu menjadi pertimbangan Anda.
Halaman Mitra Survei Morrigan: Klik Jika Anda Siap Mempertimbangkan
2. Tetapkan Kebutuhan Vital Sebelum Mystery Shopping Mulai
Vendor mystery shopping siap membantu jika Anda sudah menetapkan apa saja yang dibutuhkan oleh bisnis. Sebagai contoh nyata, salah satu klien kami di ritel olahraga ingin tahu apakah staf sigap menjelaskan tentang refund. Hal ini penting karena klien memahami bahwa banyak calon pembeli yang khawatir produknya cacat dan tidak bisa di-refund.
Memahami kekhawatiran mayoritas calon pembeli menjadi fondasi bagi vendor untuk menentukan strategi mystery shopping, mulai dari pembuatan skenario tugas, penyusunan alur skenario di lokasi, hingga persiapan survei yang ditangani Project Team.
Skenario Umum Survei Ritel: Klik Jika Anda Siap Memahami Lebih Dalam
3. Siapkan Staf Menghadapi Perubahan Sesudah Mystery Shopping
Selama menjalankan survei layanan untuk lintas industri, kami memahami bahwa staf bisa kesulitan beradaptasi sesudah mystery shopping. Secara psikologis, manusia berpotensi kurang nyaman jika terus-terusan diawasi dan dinilai. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan para staf. Bukan dengan memberi tahu bahwa ada mystery shopping melainkan melalui edukasi tentang pentingnya kepuasan pelanggan untuk bisnis agar tetap bertahan di masa sulit.
Sebagai konsultan, kami tidak hanya membuat laporan, tetapi berempati terhadap staf di lapangan yang akan dinilai. Oleh karena itu, hal ini perlu Anda persiapkan sebelum memulai mystery shopping.
Sejauh ini, Anda mungkin bertanya-tanya seberapa tinggi urgensinya bagi bisnis untuk menggunakan mystery shopping. Kami juga memahaminya sehingga tidak hanya menjual janji, tapi fakta di lapangan sesuai situasi ekonomi. Daya beli masyarakat menurun dan bukan hanya itu yang terjadi. Kami merangkum data dari CNBC Indonesia yang diterbitkan melalui sebuah artikel pada 28 Desember 2025. Data ini akan menjadi pegangan Anda untuk menentukan arah bisnis di tahun 2026.
Kenapa Daya Beli Masyarakat Menurun?
Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia mengalami konsumsi yang lesu dan ditandai dengan kontraksi penjualan ritel sebesar 5,1% pada momen Lebaran (April 2025). Situasi ini diikuti oleh merosotnya Indeks Keyakinan Konsumen ke level 115 yang menjadi skor terendah dalam 3,5 tahun terakhir. Penurunan dipicu oleh krisis lapangan kerja dan badai PHK yang melonjak ke angka 27,7% (24.036 orang) pada awal tahun, serta hilangnya peluang kerja layak bagi 11,1 juta pekerja informal.
Dampaknya, masyarakat selektif dengan menurunkan proporsi konsumsi pendapatan menjadi 74,7% dan menggerus tabungan demi menjaga stabilitas finansial. Tren pengereman konsumsi non-esensial ini meluas dari sektor ritel ke transportasi, properti menengah-atas, hingga menyebabkan kontraksi okupansi hotel untuk pertama kalinya sejak era pandemi.
Berikut data indeks daya beli di Indonesia yang ternyata menempati peringkat ke-7 terendah di dunia.

Sekarang jika Anda sudah lebih siap, kami menerima diskusi awal melalui nomor WhatsApp (+62 811-1996-5630) atau email consulting@morrigan.co.id.
Gheani Kirani B.T
SEO Specialist & Digital Growth Marketer
Gheani adalah spesialis digital growth yang telah berkecimpung di bidang performance marketing untuk rekrutmen survei nasional selama lebih dari setahun. Berbekal pengalaman penulisan selama lebih dari 2 tahun, serta keahlian SEO dan advertising yang hampir mencapai 2 tahun, Gheani berpengalaman menjalin komunikasi efektif dengan ribuan kandidat di seluruh Indonesia.
Melalui perannya sebagai editor bahasa dan SEO Specialist yang mengelola program survei di Morrigan, Gheani berperan aktif menjembatani warga lokal dengan peluang survei mystery shopping di Morrigan.
