Mystery shopping adalah metode riset yang sudah ada sejak akhir tahun 1940-an hingga awal 1950-an di Amerika Serikat dan mulai dipakai di seluruh dunia mulai tahun 1990-an. Ini bukan sekadar teknik riset, tapi metode yang telah teruji selama puluhan tahun dan efektif jika bisnis ingin melakukan evaluasi yang benar-benar menyeluruh.
Selain dipopulerkan sebagai bagian penting dari customer experience dan market research, teknik riset mystery shopping juga membuka kesempatan kerja sampingan. Vendor survei yang resmi akan menjamin keamanan proses dari awal pengarahan hingga pelaporan hasil kerja.
Di Indonesia sendiri sudah tersedia beberapa vendor resmi. Kamu dapat mencarinya di Google atau menghubungi Morrigan karena kami menyediakan peluang mystery shopping secara rutin setiap tahun.
Kalau kamu belum familiar dengan istilah mystery shopping, artikel ini akan bantu menjawab pertanyaan atau keraguan kamu. Sebagian besar dari 6.000 pendaftar kami menanyakan poin-poin ini yang akan menambah pemahaman kamu.
Apa Definisi Mystery Shopping?
Definisi mystery shopping masih terasa asing bagi orang awam atau pemilik bisnis dari level UMKM hingga kelas atas. Banyak orang yang baru tahu kalau audit layanan dapat dilakukan dengan cara yang lebih relevan.
Mystery shopping adalah teknik riset untuk menilai layanan perusahaan secara rahasia agar lebih netral dan objektif. Penilaian tersebut dilakukan dengan cara mengirim seseorang untuk melakukan survei secara langsung ke sebuah tempat, seperti restoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan lainnya.
Mungkin kamu pernah ingin tanya-tanya mobil impian di showroom ternama. Namun, staf di lokasi berperilaku kurang baik, seperti datang terlambat padahal kamu sudah membuat janji temu jauh-jauh hari sebelumnya. Tak jarang staf suka merokok di depan pelanggan atau tidak membereskan meja yang kotor padahal kamu sudah duduk. Ini terkesan sepele, tapi masyarakat Indonesia perlu lebih peduli. Mengapa? Mari kita bahas berdasarkan temuan Morrigan.
Morrigan telah menjalankan lebih dari 10 proyek besar yang kini mengubah pandangan kami tentang isu-isu layanan di Indonesia. Salah satunya mengenai perilaku negatif yang sayangnya sering dimaklumi padahal merugikan pelanggan.
Temuan Morrigan Mystery Shopping (Update 2026)
Berikut rangkuman temuan Morrigan Mystery Shopping secara umum berdasarkan survei yang dilakukan untuk lebih dari 10 perusahaan besar.
- Staf merokok di depan pelanggan saat melayani.
- Staf melakukan aktivitas lain yang tidak sopan saat melayani.
- Staf tidak langsung menyambut pelanggan yang datang.
- Staf kurang memperhatikan bahasa tubuh saat melayani.

Kamu pernah mengalami salah satu poin di atas? Jika kamu tidak merasa dirugikan, setidaknya kamu ingin layanan tersebut berubah, ‘kan? Di titik inilah, mystery shopping dipilih sebagai solusi, baik oleh pelanggan yang pernah merasa tidak nyaman atau pemilik bisnis.
Metode survei ini dilakukan secara diam-diam untuk mengevaluasi beberapa aspek pelayanan, seperti kebersihan, pelayanan staf, pengetahuan staf, proses transaksi, dan pengalaman nyata saat mencoba layanan/produk.
Berbagai vendor mystery shopping membuka misi untuk beberapa brand. Jika tertarik, kamu bisa salurkan komplain dengan bergabung dalam misi tersebut. Kamu akan diminta melakukan survei secara diam-diam untuk menjadi pelanggandan membeli satu produk atau menanyakan beberapa hal yang umum ditanyakan saat berbelanja. Dalam beberapa jenis misi, kamu akan mendapatakn produk gratis, reimburse pembelian produk, dan honor resmi.
Namun, sebelum menjalankan misi tersebut kamu perlu mengetahui tujuan survei ini di tahun 2026 agar tetap up to date.
Tujuan Mystery Shopping (Update 2026)
1. Menilai Kualitas Layanan dengan Relevan
Bukan sekadar menilai layanan, tapi menjadikannya salah satu bentuk audit eksternal yang lebih relevan untuk tahun 2026 dan seterusnya.
Mystery shopping adalah jawaban bisnis yang tidak benar-benar ingin dinilai, bukan cuma mendapatkan laporan. Melalui survei ini, pemilik bisnis dapat menyesuaikan kriteria penilaian dan skenario survei dengan kebutuhan terhadap pengembangan layanan.
2. Menilai Kelayakan SOP
Bukan sekadar memastikan standar operasional perusahaan (SOP) di lokasi dijalankan dengan baik dan konsisten oleh seluruh staf, tapi menilai kelayakan. Terkadang bisnis hanya punya SOP, tapi dari segi kelayakan ternyata butuh perbaikan. Sayangnya celah ini terlewat dan butuh campur tangan dari pihak luar, seperti mystery shopper yang akan menilai langsung ke lokasi.
3. Mencegah Employee Fraud
Bukan sekadar menguji pengetahuan staf melalui pertanyaan terkait keunggulan produk dan perbandingan dengan kompetitor, tapi juga mencegah fraud. Pemahaman terhadap produk itu bersifat wajib sehingga fokus mystery shopping bisa meluas ke upaya untuk mengetahui ada tidaknya employee fraud.
4. Mencari Temuan Kecil yang Dampaknya Masif
Bukan sekadar mencari kelemahan dengan menilai kebersihan lokasi, kualitas produk, dan temuan lain, tapi detail kecil yang terlewat saat audit biasa. Misalnya, kamu dapat menemukan bahwa aroma toilet yang tidak sedap bisa mengurangi minat kamu untuk datang lagi ke tempat tersebut.
Intinya, mystery shopping adalah kunci dari keberhasilan bisnis meningkatkan kualitas sampai ke aspek terkecil. Apalagi selalu ada proses yang perlu diikuti oleh mystery shopper sehingga kualitas hasil survei akan terjaga.
Bagaimana Cara Mengikuti Mystery Shopping? (Update 2026)
Kamu bisa bergabung di salah satu vendor survei untuk mengikuti misi mystery shopping. Morrigan adalah salah satu perusahaan riset yang bekerja sama dengan beberapa brand dan BUMN berbagai proyek, seperti otomotif, restoran, kesehatan, ritel, perbankan, dan industri jasa lainnya.
Kabar baiknya, Morrigan menjadi salah satu penyedia jasa profesional dan lowongan kerja sampingan mystery shopper. Kamu bisa langsung hubungi Admin Morrigan atau berkunjung ke halaman Daftar Survei untuk mendaftar. Caranya cukup ubah pengaturan bahasa ke ID atau Indonesia dan klik tombol “Daftar Survei”, lalu isi formulir resmi. Selanjutnya, cukup tunggu sampai mendapatkan proyek yang cocok dengan profil kamu.
Masih ingin tanya-tanya dulu? Silakan hubungi Admin Morrigan: +62 811-1996-5630
Simak Juga: PANDUAN 5 MENIT MYSTERY SHOPPING UNTUK PEMULA
Emilia Putri Pratiwi
SEO Writer
Emilia adalah seorang penulis yang memiliki ketertarikan di bidang survei dan riset pasar. Latar belakangnya di bidang komunikasi membentuk kepekaannya dalam menyampaikan pesan yang lebih edukatif dan mudah dipahami.
Selain menulis, Emilia memiliki pengalaman dalam media sosial, yaitu sebagai konten kreator. Emilia memahami kebutuhan dengan memberikan edukasi positif kepada audiens.
Di Morrigan Services, Emilia memiliki keinginan untuk memperkenalkan survei mystery shopping sebagai peluang kerja sampingan yang bermanfaat bagi riset dan masyarakat.
Gheani Kirani B.T
SEO Specialist & Digital Growth Marketer
Gheani adalah spesialis digital growth yang telah berkecimpung di bidang performance marketing untuk rekrutmen survei nasional selama lebih dari setahun. Berbekal pengalaman penulisan selama lebih dari 2 tahun, serta keahlian SEO dan advertising yang hampir mencapai 2 tahun, Gheani berpengalaman menjalin komunikasi efektif dengan ribuan kandidat di seluruh Indonesia.
Melalui perannya sebagai editor bahasa dan SEO Specialist yang mengelola program survei di Morrigan, Gheani berperan aktif menjembatani warga lokal dengan peluang survei mystery shopping di Morrigan.
