Standard operating procedure selalu menjadi fokus utama Morrigan saat melakukan mystery calling, terutama bagi perbankan yang sangat ketat terhadap keamanan aset dan kepercayaan nasabah. Kami melakukan beberapa survei telepon untuk call center bank (BUMN dan bank daerah), lalu memahami bahwa kepatuhan staf terhadap protokol dan regulasi menjadi penentu konsistensi layanan ke depannya.
Di Morrigan, layanan call center tidak dianggap sebagai formalitas, tetapi titik awal bagi nasabah untuk mengenal pihak bank. Oleh karena itu, kami melakukan mystery calling survey untuk mengetahui apakah standard operating procedure terlaksana atau dijalankan seadanya.
Survei mystery calling untuk bank, baik BUMN atau bank daerah umumnya menilai hal-hal berikut:
1. Protokol Verifikasi: Memastikan agen call center menanyakan pertanyaan verifikasi dengan tenang meski nasabah sedang terdesak, terburu-buru, atau panik.
2. Kepatuhan Regulasi (Legal Compliance): Memastikan standard operating procedure yang sudah ada selaras dengan hukum perlindungan data nasabah agar tidak memicu sanksi hukum.
3. Efisiensi Operasional (Average Handling Time): MemastikanSOP yang teknis membantu agen menyelesaikan masalah dengan ideal sehingga waktu tunggu nasabah berkurang. Ini akan berpengaruh ke biaya operasional per panggilan yang bisa lebih rendah dan menjaga cash flow tetap sehat.
Khusus artikel kali ini, kami akan membagikan testimoni mystery shopper kami yang berhasil jalankan survei mystery calling untuk salah satu bank BUMN. Testimoni ini akan membahas bagaimana kualitas layanan call center dalam menangani laporan nasabah terkait kartu ATM yang hilang atau rusak.
Anda akan mendapatkan gambaran asli dari survei kami, serta informasi mengenai dampaknya bagi reputasi bank BUMN di mata publik.

Mengapa Call Center Mystery Calling Penting?
Bagi perbankan, kecepatan respons sangat penting, terutama saat nasabah panik karena kartu hilang, rusak, atau tertelan. Itu sebabnya mystery caller bukan hanya mitra untuk melakukan survei, melainkan individu yang benar-benar menilai kondisi nyata. Tentunya penilaian ini jauh lebih netral daripada audit internal biasa.
Kami merekrut mystery caller untuk menilai sejauh mana layanan call center dijalankan. Hasil evaluasi memberikan beberapa temuan menarik. Salah satu mystery caller Morrigan (Ibu E dari Magelang) bersedia diwawancarai oleh recruitment team kami. Inilah hasilnya tanpa rekayasa.
Pengalaman Survei di Magelang: Mystery Calling untuk Bank BUMN
Morrigan : Apa yang Ibu rasakan saat pertama kali ditugaskan untuk melakukan Mystery Calling dengan skenario ATM hilang?
Ibu E (Caller) : Saya awalnya cukup takut ya Mbak, karena kan baru pertama kali telepon untuk mystery calling. Takut kalau saya pas ngomong jadi gugup, tapi itu jadi tantangan buat saya sih Mbak.
Morrigan : Baik Ibu, lalu bagaimana kesan pertama ibu terhadap sistem call center-nya?
Ibu E (Caller): Untuk sistem pakai IVR ya, menurut saya jelas sih mbak. Cuma agak lama ya nunggu nya, tapi kalau tersambung ke petugasnya nggak terlalu lama ya masih wajar waktu tunggunya.
Pelaksanaan Standard Operating Procedure Saat Ada Laporan
Morrigan : Kemudian Ibu, saat tersambung dengan petugasnya, apakah sudah sesuai standard operating procedure seperti dilakukan verifikasi data?
Ibu E (Caller) : Kalau saya nilai petugasnya cukup ramah dan langsung melakukan verifikasi data. Nada bicaranya tenang, jadi membantu saya dalam menjalankan skenario sedang panik. Namum, ada beberapa pertanyaan verifikasi yang diulang. Saya lihat itu untuk memastikan keamanan ya.
Morrigan : Apakah solusi yang diberikan oleh petugas sudah sesuai harapan Ibu?
Ibu E (Caller) : Iya, saya diarahkan untuk memblokir kartu melalui m-banking dan diberi penjelasan untuk penggantian kartu di cabang terdekat. Cukup jelas dan gampang dipahami ya.
Morrigan : Bagaimana dengan empati petugas kepada Ibu?
Ibu E (Caller) : Memberikan empati dengan baik Mbak, seperti “Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu alami”. Cukup empati dengan saya ya mbak, tapi menurut saya lebih baik petugas juga memberikan informasi tambahan jika dana yang berada di ATM tetap aman setelah pemblokiran.
Standard Operating Procedure Berperan Kuatkan Layanan Bank
Morrigan : Menurut Ibu, seberapa penting mystery calling untuk call center bank dan standard operating procedure yang benar-benar dilakukan oleh bank?
Ibu E (Caller) : Jelas penting sih Mbak. Biasanya kalau situasi darurat kebanyakan orang itu panik. Kalau respons petugas lambat dan kurang empati, pasti saya atau nasabah lain merasa jengkel. Justru adanya evaluasi seperti ini membantu bank untuk tahu apakah standar pelayanan benar-benar dijalankan atau hanya tertulis di SOP.
Dari hasil mystery calling ini, kami melihat bahwa call center tidak cukup hanya responsif. Layanan harus cepat, empatik, solutif, dan konsisten sesuai prosedur keamanan. Detail kecil seperti intonasi suara, pilihan kata, hingga kejelasan informasi dapat berdampak langsung pada rasa aman nasabah.
Wawancara tim kami dengan Ibu E (caller) menunjukkan bahwa interaksi di call center yang terkesan sepele ternyata bisa membangun atau meruntuhkan kepercayaan nasabah.
Emilia Putri Pratiwi
SEO Writer
Emilia adalah seorang penulis yang memiliki ketertarikan di bidang survei dan riset pasar. Latar belakangnya di bidang komunikasi membentuk kepekaannya dalam menyampaikan pesan yang lebih edukatif dan mudah dipahami.
Selain menulis, Emilia memiliki pengalaman dalam media sosial, yaitu sebagai konten kreator. Emilia memahami kebutuhan dengan memberikan edukasi positif kepada audiens.
Di Morrigan Services, Emilia memiliki keinginan untuk memperkenalkan survei mystery shopping sebagai peluang kerja sampingan yang bermanfaat bagi riset dan masyarakat.
Gheani Kirani B.T
SEO Specialist & Digital Growth Marketer
Gheani adalah spesialis digital growth yang telah berkecimpung di bidang performance marketing untuk rekrutmen survei nasional selama lebih dari setahun. Berbekal pengalaman penulisan selama lebih dari 2 tahun, serta keahlian SEO dan advertising yang hampir mencapai 2 tahun, Gheani berpengalaman menjalin komunikasi efektif dengan ribuan kandidat di seluruh Indonesia.
Melalui perannya sebagai editor bahasa dan SEO Specialist yang mengelola program survei di Morrigan, Gheani berperan aktif menjembatani warga lokal dengan peluang survei mystery shopping di Morrigan.
