Apa itu cash flow? Cash flow (arus kas) merupakan perhitungan jumlah uang tunai masuk (inflow) dan keluar (outflow) di periode tertentu yang digunakan untuk menilai kemampuan bisnis dalam menjaga likuiditas dan menjalankan operasional secara berkelanjutan. Arus kas sebaiknya menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan karena menunjukkan apakah bisnis menghasilkan uang tunai, mampu membayar kewajiban jangka pendek, dan bisa bertahan tanpa utang atau investor.
Morrigan telah bekerja sama dengan 3 ritel Indonesia (fashion, sport, and outdoor) untuk mengetahui seberapa berkualitas layanan yang diberikan para staf, termasuk penerapan SOP di lapangan dan kondisi toko di jam sibuk. Kami melihat bahwa ritel-ritel sangat fokus berbenah agar bertahan dan meningkatkan laba. Namun, banyak bisnis untung di laporan laba rugi, tapi sekarat di cash flow.
Kami melihat pentingnya membuat proyeksi cash flow untuk ritel, terutama sebelum menghadapi peak season seperti lebaran.
Cash Flow Dibuat Kapan?
Cash flow tidak terjadi secara acak, tetapi mengikuti pola di sistem operasional dan musim belanja sehingga pengelolaannya tidak reaktif. Tanpa perencanaan yang matang menjelang peak season seperti lebaran maka bisnis ritel berisiko mengeluarkan kas lebih cepat daripada kas masuk.
Oleh karena itu, adanya proyeksi menjadi krusial. Proyeksi cash flow dibuat untuk jangka waktu yang cukup panjang, yaitu 3-12 bulan tergantung kebutuhan dan kompleksitas bisnis.
Sebagai konsultan riset dan survei yang terbiasa mengevaluasi bisnis ritel, kami memahami bahwa proyeksi yang tepat sangat diperlukan. Berikut kami bagikan satu contoh proyeksi yang membantu Anda mendapatkan gambaran lebih jelas.
Apa Itu Cash Flow yang Sehat & Contoh Proyeksi Cash Flow
Banyak bisnis yang paham arus kas, tapi melewatkan pemahaman mengenai apa itu cash flow yang sehat. Cash flow yang sehat berarti pergerakan uang yang masuk dan keluar dari laporan keuangan bisnis Anda benar-benar terkontrol di tiap periode. Ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang sehat. Berikut kami lampirkan contoh proyeksinya beserta skenario dasar, skenario terbaik, dan skenario terburuk.
Contoh Proyeksi Arus Kas Bulanan (Metode Langsung)


Apa itu Cash Flow Tebal?
Cash flow tidak hanya bisa diukur dalam indikator sehat atau tidak, tetapi tebal atau tipis. Apa itu cash flow tebal? Sederhananya, arus kas terbutki kuat sehingga jumlah uang masuk lebih besar daripada uang yang keluar.
Ini perlu dibuktikan secara konsisten agar bisnis memiliki margin profit yang tebal. Dengan margin tebal, bisnis tidak hanya mampu membayar kewajiban, tapi memiliki dana yang cukup untuk melebarkan sayap dan menerima lebih banyak peluang.
Bagaimana Cara Mengatur Cash Flow?
Mengatur cash flow tidak cukup hanya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Dibutuhkan pemahaman yang jelas mengenai 3 aspek strategis ini:
- Bagaimana arus kas bekerja di dalam bisnis.
- Dari mana uang masuk dan ke mana uang keluar.
- Aktivitas apa saja yang paling memengaruhi kondisi kas.
Jika kerangka pengelolaannya tepat maka bisnis ritel bisa memantau pergerakan uang dengan lebih terstruktur. Ritel dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih akurat, bahkan menghindari tekanan likuiditas yang muncul akibat cara mengelola yang sering reaktif.
Selain proyeksi yang matang, Anda butuh metode pengelolaan cash flow yang terencana dan sesuai kebutuhan bisnis. Dengan adanya metode ini, Anda dapat memantau pergerakan kas, menetapkan perencanaan, dan mengambil keputusan. Kami membagi metode ini menjadi 3 jenis, yaitu arus kas operasional, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan.
Arus kas operasional menjadi aktivitas utama bisnis, seperti gaji, penjualan, dan biaya operasional lainnya. Selaras dengan itu, arus kas investasi dikenal sebagai aktivitas pembelian atau penjualan untuk tujuan jangka panjang. Terakhir, arus kas pendanaan berkaitan dengan pinjaman, modal, dan pelunasan utang.
Apakah cash flow berbentuk uang tunai saja? Tidak. Metode ini digunakan juga untuk pembayaran melalui QRIS, M-banking, e-wallet, tetapi dianggap kas keluar atau masuk dalam metode ini.
Dalam perhitungan cash flow, yang dicatat bukan hanya uang tunai fisik, melainkan semua bentuk kas yang siap digunakan untuk membayar kewajiban bisnis. Namun, penjualan/pembelian secara kredit belum dicatat sebagai arus kas sampai pembayaran benar-benar diterima.
Dengan metode ini, pemilik bisnis dapat mengevaluasi pemasukan dan pengeluaran dari bulan ke bulan. Tujuannya tentu memperbaiki kualitas dan mengembangkan usaha, terutama menjelang hari raya lebaran.
Berikut kami bagikan 4 solusi praktis jika cash flow seret menjelang lebaran.
4 Solusi Praktis Ketika Cash Flow Seret Menjelang Lebaran
1. Memahami Apa Itu Cash Flow yang Sehat
Kami telah berhadapan dengan 3 ritel besar di Indonesia dan memahami satu hal penting: susunan prioritas adalah kunci cash flow yang sehat. Dana yang tersedia untuk kebutuhan penting sering habis lebih dulu untuk pengeluaran yang tidak memiliki urgensi tertinggi.
Kondisi ini semakin terasa menjelang periode berkebutuhan tinggi, seperti peak season. Jika tidak diantisipasi, ketidakseimbangan arus kas akan mengganggu kelancaran dan menekan stabilitas.
Saran dari Morrigan: Rencanakan arus kas minimal 1 hingga 3 bulan ke depan untuk menghindari masalah arus kas. Anda dapat menggunakan konsultan untuk membuat perencanaan atau berupaya meningkatkan value bisnis yang bisa dimulai dari perbaikan kualitas layanan.
Khusus untuk Anda: Morrigan Bantu Ritel Berinovasi Melalui Survei Layanan
2. Cek Pengeluaran Secara Rutin
Pengeluaran negatif membuat bisnis kehilangan ruang gerak. Saat kas menipis, perusahaan akan sulit merespons peluang atau krisis. Mari ambil contoh nyata dari 3 ritel Indonesia yang telah kami evaluasi layanannya melalui survei mystery shopping.
Operasional dan layanan ritel memerlukan restock cepat, sistem refund atau exchange yang mudah dipahami pelanggan, hingga display toko yang harus dalam kondisi baik. Jika masih buruk maka ritel berpotensi menghadapi penurunan penjualan musiman karena banyaknya pilihan di luar sana memancing pelanggan berpaling.
Kami sudah membahasnya di artikel khusus ini: Solusi Cash Flow Seret Menjelang Lebaran
Saran dari Morrigan cukup sederhana, tetapi terkadang luput dilakukan, yaitu rutin cek apakah ada pengeluaran negatif atau tidak.
3. Manfaatkan Dana Darurat Secara Bijak
Kami melihat dana darurat sebagai jalan keluar opsional yang bisa dikelola dengan bijak, terutama untuk menjaga kelancaran arus kas. Dana darurat hanya dapat digunakan untuk kebutuhan yang terlalu mendesak, seperti menutup biaya operasional yang sangat penting atau kewajiban jangka pendek. Jangan gunakan untuk pengeluaran konsumtif.
Saran dari Morrigan: Setelah periode lebaran berakhir, Anda perlu menyusun rencana pengisian kembali dana darurat agar kondisi keuangan bisnis tetap aman.
4. Kelola Utang & Piutang dengan Bijak
Mengelola utang dan piutang adalah langkah penting. Ini tidak bisa dikompromi karena berdampak pada stabilitas arus kas, terutama menjelang hari raya. Kami melihat urgensi tinggi bagi pemilik bisnis untuk memastikan jadwal pembayaran utang tidak memberatkan cash flow.
Dengan pengelolaan utang dan piutang yang disiplin, bisnis dapat menjaga ketersediaan dana tunai. Ini penting untuk menjaga tekanan bisnis, terutama di tengah isu ekonomi yang membuat banyak investor kabur.
Kami merangkum 4 solusi praktis ini khusus untuk Anda. Jika Anda pemilik bisnis, terutama yang sedang berjuang dan bertahan di tengah ambruknya pasar saham, artikel-artikel kami membantu Anda memahami cara meningkatkan retensi dan penjualan ke pelanggan baru melalui perbaikan layanan secara menyeluruh (SOP, kebersihan, kualitas, dan customer experience).
Kami terbuka untuk diskusi sesuai jam operasional (08.30 – 17.00 WIB):
1. Email: consulting@morrigan.co.id
2. WhatsApp: +62 811-1996-5630
Gheani Kirani B.T
SEO Specialist & Growth Marketer
Gheani adalah spesialis digital growth yang telah berkecimpung di bidang performance marketing untuk rekrutmen survei nasional selama lebih dari setahun.
Berbekal pengalaman penulisan selama lebih dari 2 tahun, serta keahlian SEO dan advertising yang hampir mencapai 2 tahun, Gheani berpengalaman menjalin komunikasi efektif dengan ribuan kandidat di seluruh Indonesia.
Melalui perannya sebagai editor bahasa dan SEO Specialist yang mengelola program survei di Morrigan, Gheani berperan aktif menjembatani warga lokal dengan peluang survei mystery shopping di Morrigan.
Ria Amelia Tri Wahyuni
SEO Writer
Ria adalah seorang penulis yang memiliki ketertarikan kuat di bidang riset pasar, survei, dan edukasi. Latar belakangnya di bidang seni dan kreativitas membentuk kepekaannya dalam menyampaikan pesan yang humanis.
Berbekal pengalaman sebagai konten afiliator di media sosial, Ria memahami perilaku audiens dan tren konten digital terkini.
Di Morrigan Services, Ria berkomitmen mengedukasi pembaca mengenai manfaat metode mystery shopping serta mengenalkan peran perusahaan ke publik.
